Showing posts with label Dormitory. Show all posts
Showing posts with label Dormitory. Show all posts

Tentang Anda & Tempat Bekerja Anda

Perusahaan mana yang tidak ingin karyawannya setia, produktif, dan betah bekerja di kantor? Karena itulah, perusahaan yang baik dan sehat pasti berusaha menjaga iklim kerja dan semangat para karyawannya dengan memberikan tunjangan serta fasilitas terbaik bagi mereka.

Paragraf pertama di atas, saya  ambil dari sebuah liputan berita online di internet. Ternyata, merawat karyawan bukan sekedar basa-basi di perusahaan profesional. Menjaga kesetiaan, produktifitas dan betah bekerja di kantor, bagi sebagian manajemen menjadi bagian terpenting yang tidak kalah porsinya dengan produk yang dihasilkan. Karena, sejatinya, kualitas produk yang dihasilkan bermula dari hal-hal tersebut. Sayangnya, sebaliknya, sebagian perusahaan menyepelekannya.

Saudi Oh Saudi…


“Muda kaya raya, mati masuk surga.”

Slogan yang diimpikan Bani Adam tanpa terkecuali. Sebagaimana kata “sabar”, slogan tersebut mudah diucap sulit mencapainya. Tetapi bukan tidak mungkin bagi sebagian warga negara Arab Saudi.

Sebagai negara kaya minyak, Arab Saudi bergelimang uang. Penduduknya yang ditakdirkan berkecukupan dengan melimpah ruahnya harta, sejatinya sangat mudah pula menggapai surga di akherat. Karena, miliu religiutas yang establish di Arab Saudi, sejatinya dapat mewujudkan “muda kaya raya, mati masuk surga.” Why not?

Ironisnya, kekayaan bak candu yang melenakan. Sebagian dari warga Saudi yang kaya tersebut, muncul sebagai generasi pemalas, hedonis, tak acuh terhadap ajaran agama, dan gelar lain yang tidak semestinya.

TKI Juga Manusia

"Jika mendengat kata TKW/TKI fikiran apa yang pertama kali muncul? Apa pendapat teman-teman tentang mereka...?"

"Merasa iba n kasihan, karna mereka sebagai devisa negara harusnya dilindungi tapi sering kenyataan mereka terabaikan, hidup dan nyawanya slalu menjadi taruhannya. Kalau mau dibilang kenapa mereka tidak mencari kerja di negri sendiri... kasian juga lapangan kerja yang disediakan pemerintah tidak cukup n penghasilannya juga tidak sesuai.... padahal kebutuhannya banyak, tanggungannya juga besar n berat..."

Itulah pertanyaan dan jawaban yang terekam dalam Yahoo Answer di http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120131173634AAFag2X.

Apakah Anda setuju jawaban di atas? 

Saya mempunyai beberapa catatan (ta'liqat) atas jawaban di atas. 

Catatan Akhir Pekan: Belajar Hidup & Kehidupan

Orang sukses, waktunya 24 jam sehari. Orang gagal, waktunya juga 24 jam. Orang kaya atau miskin, sama-sama memiliki waktu 24 jam. Orang yang bekerja di dalam negeri dan yang di luar negeri (TKI), mereka semuanya diberi jatah waktu yang sama. Bedanya, ada yang memanfaatkan setiap detik waktunya menjadi berharga, sementara yang lain waktu berlalu sia-sia. Adakah perbedaan di antara kita dalam mengelola waktu meskipun sama-sama sebagai TKI di Arab Saudi?

Menjadi TKI rumahan sebagai sopir (sawwaq) atau pembantu rumah tangga (khaddamah) di rumah kafil (majikan), bukanlah halangan untuk menjadi seorang pengusaha. Sudah banyak contoh, di tengah kesibukan dan padatnya pekerjaan yang harus stand by 24 jam untuk majikannya, TKI ternyata ada yang mampu mengumpulkan ribuan riyal melebihi gaji pokoknya sebagai sawaaq atau khaddamah. Mana bisa? 

Catatan Akhir Pekan: Kapan TKI Dihargai dengan Gaji yang Tinggi di Arab Saudi?

Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan Mahmoed al-Mansi, seorang kebangsaan Jordan yang bekerja sebagai "mandub mubi'at" di sebuah pabrik plastik di Dammam. Dia mengatakan bahwa rangking gaji terbesar tenaga asing di Arab Saudi secara berurutan dari yang terbesar; Libanon, Jordan, Mesir, dan Syiria, kemudian negara Asia non Arab. Dia mulai menyebutkan India dulu, kemudian Pakistan, terakhir Bangladesh. Dalam hati saya, Indonesia urutan ke berapa?

Sebaik-baiknya Teman

Pepatah Arab mengatakan "khairu jaliisin fi zamanin kitabun," artinya "sebaik-baiknya teman di setiap waktu adalah buku." Pepatah tersebut bukan sembatang ucap tiada arti, tetapi benar-benar sebuah keniscayaan bagi mereka yang menghargai waktu dan ilmu.

Ketika banyak orang beperang secara fisik untuk memperebutkan sesuatu yang diinginkan, kini zaman berubah dan "peperangan" pun terjadi dalam ranah pemikiran. Karena dari mindset inilah apapun bisa dikuasai tanpa sadar. Oleh karenanya, kelompok orang yang bodoh dan kurang ilmu yang akan menjadi mangsa kaum berilmu.

Maka, tidak heran, sebagai jendela ilmu, buku memiliki peran yang sangat signifikan tak tergantikan. Selain sebagai teman terbaik, juga guru yang paling sabar yang tidak pernah marah. 

Dan saat ini, buku tersebut menjelma menjadi laman-laman digital yang masyhur dikenal sebagai e-book. Buku yang semula tebal dan berat, kini bisa terangkum ratusan hingga ribuan dalam sebuah satu keping SD/DVD saja. Dan perkembangan terkini sebagai alat bacanya saat ini menjelma sebagai "tablet." 

*** 

Benar memang, hanya orang yang penting saja yang mengetahui hal yang penting. Meskipun saat ini kami sebagai buruh di sebuah pabrik, tetapi bagi yang mengerti pentingnya sebuah ilmu, maka bersahabat dengan buku tidaklah boleh lepas dari keseharian. Sudah terlalu banyak contoh dari orang terdahulu, yang disangka mustahil ternyata menjadi kenyataan kesuksesan, karena ilmu. Jika mengharapkan perubahan tidak selalu menjadi seorang buruh, maka segeralah sejak saat ini berteman dengan sebaik-baiknya teman; buku!

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” ( Qs Al-Mujadilah : 11)

Dormitory, 3/6/2012

Saat yang Paling Diharap

Jika ditanyakan kepada kami, kapankah saat yang paling dinantikan? Jawabannya bisa bermacam-macam, tetapi hampir semua buruh pabrik mie akan sepakat menjawab hari libur dan waktu gajihan.

Pertama, hari libur mingguan kami jatuh pada hari Jum'at. Dan kedua, gaji turun di penghujung bulan di tanggal tua, akhir setiap bulan.

Meskipun hari Jum'at pun, kami kadang harus tetap beraktivitas sebagaimana weekdays; bangun pagi-pagi, menuju ke tempat pemberangkatan bus karyawan, melakukan rutinitas kerja di pabrik. Mungkin bedanya, waktu kerja (over time holiday) akan terpotong untuk shalat Jum'at di tengah harinya. Ganjarannya, dengan tetap bekerja di hari tersebut, fee over time menjadi double dari over time di weekdays, alhamdulillah.

Tapi tidak semua dari kami menikmati hari Jum'at di atas. Karena sebagian dari kami lebih memilih waktu tersebut digunakan untuk aktivitas lainnya menghibur diri setelah penat seminggu bergelut dengan noodle. 

Nah, saat tiba moment terbaik dalam sebulan saat menerima gaji, berarti bersiap-siap mengatur waktu berangkat ke lokasi tempat jasa pengiriman uang. Meski teknologi semakin canggih dengan E-Banking, memilih "Western Union" meskipun mengantri berdiri, masih merupakan pilihan favorit. Salah satu alasan yang paling disepakati adalah karena nilai tukar uang dari Riyal ke Rupiah jauh lebih besar daripada transfer uang bank to bank. 

Jadi, kapan nih kita lagi datang hari meng-convert pecahan Riyal Saudi ke Rupiah Indonesia? Ah...., rasanya lama sekali jika sedang berada di awal bulan seperti saat ini. (Dormitory, 2nd Floor, 3/5/2012)