Showing posts with label Duur Halalah. Show all posts
Showing posts with label Duur Halalah. Show all posts

Serius dulu !

1. Bang, Lagi ngapain ?
- Ngegambar
+ Ngegambar apa ?
- Segitiga sama kaki
+ Hebat !
Gue ngegambar segitiga sama tangan aja susah !
2. Bang, Katanya jual Mie Ayam, Kok gak ada ayamnya ?
+ Bawel lu ! Emang kalo beli Obat cacing, Ada Cacingnya ?

3. Bang, Bener disini cuci motor 24 jam ?
- Bener mas
+ Ga jadi ah
- Laah kenapa emang !
+ Abis, Nyucinya lama amat 24 jam, Biasa juga ga nyampe sejam !
4. Ditilang Polisi
+ Mana surat-surat ?
- Maaf pak saya sekarang udah ga pake surat
Pakenya email
5. Mimpi
+ Bang, Gue mimpi di kejar anjing
- Halah, Cuma mimpi. Yo tidur lagi !
+ Ga ah
- Kenapa ?
+ Takut anjingnya masih nungguin
6. Nanya alamat
+ Neng, Tinggal dimana ?
- Dirumah bang
+ Bukan gitu, Maksud abang, Rumahnya dimana ?
+ Ya ditinggal lah bang, Masa saya bawa ?
7. Nasi Goreng
+ Bang, Nasi goreng sepiring berapa ?
- Waduh Neng, Gak pernah saya itung !

SURAT SEORANG SUAMI TKI UNTUK SANG ISTERI


By: Jafry Aljawad

Syahdan sebelum jaman HP, ada seorang TKW yang sudah tiga tahun bekerja di Arab Saudi menangis di sore hari setelah majikanya memberikan surat dari Indonesia. Surat itu dari suaminya berbunyi sebagai berikut :


 
Buat Isteriku Tercinta
Di Saudi Arabia

Nyai..... lewat selembar surat ini aku kabarkan kepada Nyai, bhw semua keluarga kita di Indonesia dalam  keadaan sehat wal afiat tak kurang satu apapun. Salam teriring doa semoga Nyai di pernatauan selalau dalam lindungan Allah SWT. Amiin.

Nyai.... entah dari mana aku harus melanjutkannya aku sedih juga, tapi kuharap Nyai bisa memahami gejolak hati ini. Kusadari sungguh mati memang engkau isteri setia, aku tak tahu harus bagaimana membalasnya. Sudah sewindu rumah tangga kita lalui dengan suka duka sampai akhirnya Nyai harus meninggalkanku sementara untuk menjadi TKI di Saudi Arabia selama tiga tahun, demi kemajuan ekonomi rumah keluarga kita.

Why Do You Look at Me When You Hate Me?

Semasa ABG dulu, saya cukup hafal judul lagu yang sekarang saya jadikan judul tulisan ini. Kira-kira artinya, "Ngapain tetap saja kamu mau bekerja di majikanmu padahal kamu membencinya?" he... he... he... Ini memang terjemahan bebas, bukan leterlek, terutama ingin saya kaitkan dengan fenomena TKI di Arab Saudi.

Ada beda antara "kritik" dan "krutuk." Kata yang pertama, kita sudah cukup familiar di era keterbukaan ini, setiap orang dijamin kebebasannya untuk memberi kritik (tanggapan, pendapat, dsb). Meskipun, ada beberapa negara atau orang tertentu tidak suka dikritik sehingga dibuatlah undang-undang semacam subversif atau memberikan sanksi kepada pegawai yang kritis kepada perusahaan tempat dia bekerja. 

King Can Do No Wrong

Kenapa disebut "bijaksana?" 

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata bi.jak.sa.na berarti: [a] (1) selalu menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya); arif; tajam pikiran; (2) pandai dan hati-hati (cermat, teliti, dsb) apabila menghadapi kesulitan dsb. (http://kamusbahasaindonesia.org/bijaksana#ixzz1o8W7cv3W

Pertanyaannya: "Apakah selalu benar makna tersebut dalam praktek sehari-hari oleh para pemimpin kita?" Ternyata, kata "bijaksana," lebih tepat diartikan "bijak ke sana" tidak "bijak ke sini."

Pengertian terakhir di atas, tentunya bukan tanpa pengalaman, tetapi pasti bukan ilmiah. Karena sadar atau tidak sadar, bahwa banyak sekali yang tertulis berlawanan dengan yang terjadi di praktik lapangan, sebagaimana dogma agama yang kerap bertolak belakang dengan realitas sosial yang terjadi.